Obrolan Pagi Hari

“Mentari terbit seperti hari kemarin. Dari balik pohon cemara sinar menerobos melalui celah daun. Embun pagi yang mengambang diatas air mulai menguap perlahan. Dingin udara membuat aku semakin erat memegang gelas. Ku seruput… Baca lebih lanjut

Kering Sudah

di hijau daun di bening embun pagi sepenggal harapan aku sandarkan sejuknya udara yang kudambakan sejernih air mengalirkan kesejahteraan alam mulai berganti keserakahan makin menjadi reboisasi hanya janji

Pagiku di Penanjakan

Riuh perayaan kasada warga suku Tengger semalam masih sedikit terlihat dari atas sini. Lampu-lampu kendaraan yang lalu lalang menuju dan pulang dari Pura Puten Lautan Pasir menjadi pemandangan menarik. Rangkaian perayaan kasada masih… Baca lebih lanjut

“Numpang” di Banjarmasin

Dingin udara pagi Loksado mengiringiku pergi menuju ke Kandangan dengan taksi lokal. Baru kemarin rasanya sampai di tempat ini. Dan sepagi ini harus meninggalkan Loksado menuju Kandangan disaat yang lain masih terlelap bersama… Baca lebih lanjut

Ungaran Menyambut Pagi

Lewat tengah malam kami sampai di Desa Promasan. Tidak satupun lampu terlihat menyala di desa ini. Desa di atas ketinggian ini masih belum mendapat aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara. Warga desa memanfaatkan… Baca lebih lanjut

  • My Quote

    "Jangan pernah iri dengan perjalanan orang lain. Ambil ranselmu dan buat perjalananmu sendiri"

    "Hidup itu berjalan. Jadi ayo jalan-jalan"

  • Archives

  • Follow Cerita Pejalan on WordPress.com