Pangrango “Cengengesan”


Sudah lewat tengah hari kami melepas lelah di kandang badak. Mengistirahatkan badan sembari mengisi perut menambah tenaga. Jalur semakin menanjak setelah ini. Kami masih harus melewati halang rintang dari pohon yang tumbang. Tas yang terasa makin berat ditambah halang rintang menuju puncak pangrango seakan tidak pernah selesai.

Tengah malam kami sampai di Cibodas, bahkan sudah lewat setelah cukup lama menunggu bus. Entah itu bus yang terakhir berangkat atau masih ada lagi yang akan berangkat setelahnya menuju Cianjur. Seingatku ada tulisan Garut dengan jelas terpampang di kaca depan bus. Kami tidak terlalu banyak bertanya. Bangku-bangku kosong segera terisi dengan penumpang yang juga akan menuju Cianjur dan sekitarnya.

Secerah sinar mentari
Sesejuk embun pagi
Seteguk kopi dan kicau burung yang menemani
Selamat pagi….

20130722-010625.jpg

Rona jingga menampakkan pesona dipagi yang dingin. Belum juga mata ini sempat memejam, hari sudah pagi. Kami segera mengemas barang bawaan. Menyiapkan peralatan guna pendakian. Beni salah satu teman juga sudah mengantongi ijin pendakian. Memanjatkan do’a demi kelancaran perjalananpun kami lakukan. Memohon kelancaran dan perlindungan selama pendakian.

Selesai berdo’a pendakian pun dimulai. Kali ini biarlah beberapa potongan gambar yang bercerita. Napoleon Bonaparte pernah bilang: “A picture is worth a thousand words.” Jadi, semoga potongan gambar berikut sedikit mewakili.

resort mandalawangi

photo bersama

pos 1

air terjun

Gunung salak di kejauhan

tenda di mandalawangi

hati - hati licin