Ditumpukan Buku


tumpukan buku

Ditumpukan buku,
di trotoar jalan itu kau gantungkan hidupmu.
Berharap pejalan kaki tertarik pada salah satu.
Polusi dan debu menemani hari-harimu.
Beratap langit beralas karpet atau koran berdebu.

Terik matahari sudah jadi teman setia. Pemuda ini setiap hari menjajakan buku dan majalah. Entah mulai kapan aku tidak begitu tahu. Ketertarikanku pada tumpukan gudang ilmu (buku) yang menemaninya. Berbagai macam bacaan,banyak orang lalu lalang menemani entah mulai kapan. Aku mendekat sekedar bercakap-cakap. Waktuku tidak begitu lama karena aku segera pergi mencari tempat berteduh dari sengatan matahari. Percakapan singkat dengannya sudah buatku bahagia dibandingkan aku memandang dari jauh dan mengabadikan foto dari kamera yang juga entah sedari kapan aku pegang.