Tepi Dermaga


“Tempat ini merupakan tempat keseharian anak-anak pinggir pantai menghabiskan waktu sepulang sekolah atau menikmati sore”

Matahari siang itu tidak terlalu terik. Kapal yang aku tumpangi mulai merapat. Beberapa anak berdiri di tepian melayangkan pandang. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Aku hanya melihat raut muka cerah ceria dari beberapa wajah itu. Yang lain masih saja terdiam antara kagum atau bingung.
Satu persatu barang bawaan dikeluarkan dari dalam kapal. Wajah-wajah lelah keluar dari dalam kapal satu persatu. Perjalanan jauh dan melelahkan dari Jakarta harus berhenti. Istirahat untuk mengisi tenaga buat esok hari.

Barang yang aku bawa tidak banyak. Hanya satu tas ransel tidak terlalu besar yang hanya muat buat beberapa potong pakaian dan kamera. Hanya butuh waktu beberapa detik mengeluarkan barang dari kapal menuju penginapan yang telah disewa jauh hari sebelum berangkat.

Melihat warga lokal yang sedang beraktifitas di sekitar dermaga, aku tertarik untuk mengabadikan beberapa moment. Aku ambil kamera dari dalam ransel. Jeprat-jepret sana sini. Beberapa anak kecil yang sedari tadi mengamati perlahan mendekat. Rasa penasaran mendorong mereka mendekat untuk sekedar menyapa.
Aku juga menyapa mereka, sekedar bertanya nama dan sedang apa. Pertanyaan basa-basi paling sering aku gunakan. Dan ajaibnya selalu saja berhasil mencairkan suasana canggung antara kami. Tahu ada kamera, beberapa anak mulai melakukan atraksi (cari perhatian). Beberapa juga ada yang hanya diam berdiri dan mengamati. Antara takut dan malu jadi satu.
Tidak mau kehilangan moment, shutter kamera telah merekam beberapa adegan.

Terik matahari sepertinya tidak bersahabat hari ini. Aku mulai kepanasan di dermaga tanpa atap. Aku berjalan perlahan ke sebuah pohon rindang sekitar pantai. Dari kejauhan aku masih melihat beberapa anak melakukan atraksi (cari perhatian) salto terjun ke air. Saling dorong sampai salah satu anak jatuh ke air. Senyum ceria tanpa beban jelas sekali terlihat dari bawah pohon tempat aku berteduh.

tepi dermaga

Ingin rasanya bergabung dengan mereka. Main air dibawah mentari. Bercanda riang gembira. Lupakan sejenak rutinitas melepaskan sisi kekanak-kanakan yang masih tersimpan.

“Aku ingat kamu tersenyum puas
Kau dorong aku masuk kelumpur
Rasanya baru kemarin
Aku tak menyimpan dendam
Karena bercanda denganmu buatku lupa
Keceriaan yang kudapat jauh dari segalanya
Kawan, aku merindukan masa kecil kita”

Keseharian anak-anak ini setelah pulang sekolah adalah bermain air di dermaga. Memancing ikan dibeberapa spot favorit mereka atau hanya lari-larian bersenda gurau. Tanpa beban, bebas lepas, hanya ada keceriaan.
Sedari tadi mengamati anak-anak ini bermain. Pikiranku tidak kuasa juga ikut larut kemasa lalu. Masa dimana hari-hari dilalui hanya dengan bermain bersama kawan. Pulang kerumah dengan wajah riang.

Ah, aku kangen masa kecilku…kamu?