Obrolan Pagi Hari


“Mentari terbit seperti hari kemarin. Dari balik pohon cemara sinar menerobos melalui celah daun. Embun pagi yang mengambang diatas air mulai menguap perlahan. Dingin udara membuat aku semakin erat memegang gelas. Ku seruput perlahan air kopi panas yang sudah mulai hangat ini.”

semeru

Ranu kumbolo masih pagi saat aku memulai percakapan dengan beberapa teman seperjalanan
Seperti biasa, obrolan sederhana mengalir begitu saja
Dimulai dari saling berbagi kopi dilanjut saling berbagi cerita diri
Aku yang pertama malu-malu mulai membiasakan diri
Mencari waktu yang tepat larut dalam percapakan pagi

semeru3

Kita saling bercanda
Berbagi minum dari secangkir kopi
Ah, kita begitu dekat layaknya saudara

Aku ingin waktu ini tidak cepat berlalu
Kehangantan alam dan pertemanan
Secangkir kopi dan obrolan

semeru2